WARTA NU

Halaqoh KBNU Kecamatan Cikoneng Hasilkan 6 Poin Memahami Nahdlatul Ulama

Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Cikoneng adakan Halaqoh di Pondok Pesantren Annajah Leuwi Joho, Desa Panaragan, Kecamatan Cikoneng, bersama para Alim Ulama dan tokoh masyarakat pada Sabtu (31/8/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Cikoneng, Koramil, Polsek Cikoneng dan Ketua RMI (Rabithah ma’hadi Islamiyyah) Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini merupakan penyambutan tahun baru Islam 1441 H, dan memberikan informasi arah kebijakan Nahdlatul Ulama Kecamatan Cikoneng kepada masyarakat dan kepada seluruh jajaran pemerintahan di tempat tersebut.

Ketua Pelaksana Halaqoh sekaligus Penasehat Ansor Cikoneng Kiyai Asep Busyrol Karim menjelaskan bahwa kegiatan Halaqoh ini adalah yang pertama kalinya dilaksanakan oleh KBNU Kecamatan Cikoneng serta bertujuan untuk merapatkan dan merevitalisasi arah gerakan NU Cikoneng agar menghasilkan kesepakatan bersama dari semua kalangan untuk kemaslahatan bersama.

“Kegiatan ini pada umumnya untuk merapatkan kembali Nahdlatul Ulama dan merevitalisasi arah gerakan NU Cikoneng, dan semoga dari kegiatan Halaqoh ini bisa menghasilkan satu kesepakatan bersama untuk kemaslahatan bersama” Tuturnya.

Udin Nasrudin tokoh masyarakat kecamatan Cikoneng memberikan pendapatnya untuk NU kecamatan Cikoneng.

“Untuk kegiatan Halaqoh ini harus memberikan penjelasan kepada semua peserta agar membahas tentang ke-NUan, seperti Ubudiyah NU, NU kultur dan struktur, dan harokah NU” tuturnya.

Udin mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan Halaqoh ini, dan ingin kegiatan-kegiatan yang lainnya juga bisa terus dilaksanakan.

“Alhamdulillah NU di Cikoneng masih ada, dan semoga kedepannya bisa terus melakukan kegiatan-kegiatan ke NU an untuk memperkuat giroh annahdiyah nya” ungkapnya.

Kapolsek Kecamatan Cikoneng Kompol Widarjo yang turut hadir pada kesempatan tersebut menuturkan bahwa Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang besar, maka menurutnya sangatlah wajar jika ada sebagian pihak yang tidak suka terhadap Nahdlatul Ulama.

“NU adalah organisasi senior, arahnya jelas, tujuannya jelas, jaringannya besar, mempunyai power, solid dan masif, karena NU besar, maka banyak yang tidak suka dengan NU dengan cara mengadu domba, harus bisa menyikapi isu media yang mendorong kepada perpecahan dan kita harus waspada, jangan melupakan hal-hal yang berharga, yakni persatuan dan kesatuan kejayaan NKRI, kita harus bisa jadi perekat kesatuan dan persatuan NKRI salahsatunya adalah dalam menyikapi media jangan di telan mentah-mentah, kita harus bisa membacanya dan tabayun. Media sosial ini digunakan untuk upaya-upaya memecah belah NKRI dengan cara mengadu domba dan Marilah kita bijak dalam menyikapi suatu fenomena dan marilah kita jadi perekat kesatuan dan persatuan NKRI” ungkapnya.

Berikut hasil dari Halaqoh KBNU Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis:

1. Perumusan kembali pengurus MWC NU Cikoneng dan 9 ranting Desa yang ada di Cikoneng.

2. NU Cikoneng nyaris kehilangan nuansa silaturahim NU secara organisasi, karena tidak adanya kunjungan NU kabupaten ke kecamatan.

3. NU Cikoneng sering disudutkan secara organisasi dan personal, karena ketua umum PBNU nya unik persis seperti Gusdur, NU Cikoneng mafhumnya belum sampai ke arah sana, makanya banyak yang nyinyir dan kita selaku Nahdiyin jangan ikut nyinyir pula.

4. Ketua umum PBNU ini adalah prof. Dr KH. Sa’id Agil Siradj semua statementnya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
5. Pemimpin mempunyai karakter yang berbeda dan sebetulnya yang melakukan amar makruf nahi Munkar adalah orang NU

– تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر

6. Islam Nusantara itu bukan agama baru, tetapi Amaliyah yang dilakukan kita sebagai orang Islam Indonesia atau Islam Nusantara yang sudah sedari dulu di dakwah kan oleh para Auliya. ketujuh, jangan percaya kepada orang yang berdagang memakai dalih agama.

Penulis: Budi/Ridwan

Tinggalkan Balasan