WARTA NU

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya Apresiasi UU Pesantren

Drs. KH. Atam Rustam, M.SI Ketua PCNU Kab. Tasikmalaya
Drs. KH. Atam Rustam, M.SI Ketua PCNU Kab. Tasikmalaya
Drs. KH. Atam Rustam, M.SI Ketua PCNU Kab. Tasikmalaya

Media NU – Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya yang juga merupakan pengasuh Perguruan Pondok Pesantren KH. Zainal Mustafa Sukamanah Drs. KH. Atam Rustam, M.Pd mengapresiasi langkah DPR RI dan Pemerintah Pusat yang telah mengesahkan undang-undang Pesantren.

“Kami di daerah atas nama PCNU Kabupaten Tasikmalaya dan Pesantren sangat mengapresiasi dan sangat menyambut UU Pesantren, tentu dengan tahapan-tahapan tertentu yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk dibuatkan Perda” ujarnya saat ditemui di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya (26/9/2019).

Ia juga menjelaskan bahwa Undang-undang Pesantren tersebut tidak untuk merubah tradisi Kepesantrenan.

“Pada dasarnya Undang-undang Pesantren itu untuk mengatur keadministrasian tidak akan merubah tradisi Keaslian pesantren, saya yakin pimpinan-pimpinan pesantren di seluruh pesantren kalau harus merubah tradisi pesantren tidak mungkin akan diterima, karena pesantren itu sudah punya khas tersendiri”

Menurutnya Undangan-undang Pesantren merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap pesantren.

“Adapun Undang-undang tersebut, pemerintah mau memberikan sumbangsih, anggaran dan hal tersebut harus ada payung hukum, diatara payung hukum tersebut adalah Undang-undang”

Ia kembali menegaskan bahwa Undang-undang Pesantren merupakan payung hukum pemerintah untuk memberikan sumbangsih kepada pesantren

“Pada intinya pemerintah ingin memberikan sumbangsih kepada pesantren, hanya harus ada payung hukum, hanya urusan administrasi saja, adapun aturan-aturan, metode-metode, penyampaian-penyampaian kepada santri, kitabnya dan lain sebagainya itu tetap diatur oleh pesantren. Terutama untuk membantu pembangunan, sarana dan prasarana adapun tradisi pesantren tidak akan bisa dirubah”

Ia pun meminta seluruh pesantren dan santri Tasikmalaya untuk menyambut Undang-undang Pesantren tersebut dengan suka cita

“Jadi mari kita menyambut Undang-undang tersebut dengan suka cita dengan sebaik-baiknya dan husnu dzan, jangan ada prasangka-prasangka jelek” pungkasnya.

Penulis: Budi

Tinggalkan Balasan