Jumat, Januari 22
Shadow

Bulan: Oktober 2019

Cara Mengqadha Shalat yang Terlewat

Cara Mengqadha Shalat yang Terlewat

KAJIAN
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, shalat merupakan kewajiban setiap Muslim. Sejak disyariatkan pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj, dalam sehari, seorang Muslim diwajibkan untuk melaksanakan shalat fardhu sebanyak lima kali. Kewajiban yang mengikat setiap individu ini tidak bisa diwakilkan ataupun ditinggalkan. Bagi yang telah meninggalkan shalat, maka syariat Islam menuntut orang tersebut untuk melaksanakan qadla shalat. Sebelum menjelaskan bagaimana tata cara mengqadla shalat, terlebih dahulu kita akan membahas apa itu qadla. Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhabi Imam al-Syafi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz I, hal. 110 menjelaskan qadla shalat sebagai berikut: وأما القضاء: فهو تدارك الصلاة بعد خروج وقتها، أو بعد أن لا يبقى من ...
Cara Berbakti pada Orang Tua yang Masih Hidup

Cara Berbakti pada Orang Tua yang Masih Hidup

KAJIAN
Setiap anak pasti mempunyai utang budi kepada orang tua atas jasa-jasa yang telah dicurahkan sepenuh hati mulai dari mengandung, menyusui, hingga tumbuh kembang dari usia kanak-kanak bahkan sampai dewasa. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah mengatakan bahwa seorang anak tidak akan bisa membalas budi orang tua kecuali seumpama orang tua tersebut jadi budak lalu si anak membelinya untuk dimerdekakan dari status budak. لَا يَجْزِي وَلَدٌ وَالِدًا، إِلَّا أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ Artinya: “Seorang anak tidak akan mampu membalas orang tua kecuali ia menemukan orang tuanya jadi budak lalu ia membelinya kemudian memerdekakan.” (HR Muslim: 25) Namun, apakah di zaman sekarang ada orang tua yang menjadi budak? Tentu tidak ada karena kita s...
Hukum Menafkahi Kedua Orang Tua yang Non-Muslim

Hukum Menafkahi Kedua Orang Tua yang Non-Muslim

KAJIAN
Assalamu alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail NU Online, sahabat saya dan istrinya alhamdulillah sudah memeluk Islam sejak empat tahun lalu. Tetapi kedua orang tuanya yang sudah tua itu tetap pada agamanya. Sementara ia juga menjadi tulang punggung orang tuanya. Pertanyaan saya, apakah ia tetap harus mencukupi kebutuhan hidup kedua orang tuanya? Terima kasih. (Singkawang) Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Pencukupan kebutuhan hidup sehari-hari atau biasa disebut nafkah merupakan kewajiban dalam Islam bagi mereka yang memiliki hubungan darah. Kewajiban pemberian nafkah itu berlaku bagi orang tua terhadap anak dan/atau cucu; bagi anak terhadap orang tua dan/atau kakek-nenek dalam konteks pertanyaan di atas, selain tuan terhadap budaknya dan suami terha...
Waktu dan Besaran Nafkah Anak Bagi Orang Tua

Waktu dan Besaran Nafkah Anak Bagi Orang Tua

KAJIAN
Assalamu 'alaikum wr. wb. Redaksi Bahtsul Masail NU Online , saya ingin bertanya. Ayah saya menambah 65 tahun dan memiliki beberapa anak. Sebagian besar sudah menikah. Selama ayah dan ibu saya hidup cukup dari usaha pensiunan. Tapi ayah saya kadang-kadang masih mengharapkan bantuan finansial dari anak-anak sebagai balas budi untuk orang tua. Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu 'alaikum wr. wb. (Aisyah / Bogor). Jawaban Assalamu 'alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Allah mengirim manusia untuk berbakti kepada kedua orang tua. Perintah ini diterima langsung antara lain di dalam Surat Luqman ayat 14-15. Dalam Surat Luqman ayat 14-15, Allah meminta manusia untuk berbakti kepada orang tua dalam segala hal. Manusia diperinta...
Anak Wajib Menafkahi Orang Tua

Anak Wajib Menafkahi Orang Tua

KAJIAN
Di dalam Islam istilah nafkah berasal dari kata nafaqah, infaq yang artinya mengeluarkan. Kata ini hanya digunakan untuk perkara yang baik saja. Fiqih mengatur perihal pernafkahan ini dengan rinci. Siapa yang harus memberi nafkah, siapa yang berhak menerima nafkah dan berbagai syaratnya. <> pada dasarnya kewajiban pemberian nafkah seorang anak kepada orang tua berdasar pada firman Allah swt. surat Luqman ayat 15, وصاحبهما فى الدنيا معروفا Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Ayat ini menjadi dasar utama diwajibkannya seorang anak memberikan nafkah hidup kepada orang tua. Akan tetapi denga berbagai pertimbangan para fuqaha' menambahkan beberapa syarat 1) orang tua dalam keadaan fakir dan lanjut usia atau (2) orang tua dalam keadaan fakir dan gila. Demikia...
Peluru Serdadu Jepang tak Mampu Menembus Tubuh KH Zaenal Mustofa

Peluru Serdadu Jepang tak Mampu Menembus Tubuh KH Zaenal Mustofa

WARTA NU
MediaNU,  "Biarlah. Bebankan hal-hal yang berat dalam pemeriksaan tentara Jepang kepadaku. Jika terpaksa, boleh disebut nama kawanmu yang benar-benar syahid gugur dalam pertempuran atau sebut santri yang belajar kepadaku, jangan mengaku kenal padaku," kata KH Zaenal Mustofa, pahlawan asal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, kepada para santri yang ikut berperang melawan penjajah. Kiai Zaenal adalah pejuang Islam pertama dari Jawa Barat yang mengadakan pemberontakan terhadap pemerintahan Jepang. Nama kecilnya Hudaeni, dan terlahir dari keluarga petani berkecukupan. Hudaeni yang lahir di kampung Bageur, Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna,  Kabupaten Tasikmalaya ini mengubah namanya menjadi Zaenal Mustafa usai menunaikan ibadah haji pada 1927. Ketika melawan pemerintah Jepang, Kiai Z...
Biografi KH. Zainal Mustofa

Biografi KH. Zainal Mustofa

WARTA NU
K.H. Zainal Mustafa (lahir di Bageur, Cimerah,  Singaparna, Tasikmalaya, 1899 – meninggal di   Jakarta, 28 Maret 1944) adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tasikmalaya. Zaenal Mustofa adalah pemimpin sebuah  pesantren  di  Tasikmalaya  dan pejuang Islam  pertama dari Jawa Barat  yang mengadakan pemberontakan terhadap pemerintahan  Jepang. Nama kecilnya Hudaemi. Lahir dari keluarga petani berkecukupan, putra pasangan Nawapi dan Ny. Ratmah, di kampung Bageur, Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna (kini termasuk wilayah Desa Sukarapih Kecamatan Sukarame) Kabupaten  Tasikmalaya (ada yang menyebut ia lahir tahun 1901 dan Ensiklopedia   Islam menyebutnya tahun 1907, sementara tahun yang tertera di atas diperoleh dari catatan   Nina Herlina Lubi...
Abah Anom; Wali Sakti dari Tanah Sunda

Abah Anom; Wali Sakti dari Tanah Sunda

WARTA NU
Oleh Yanuar Arifin   Tokoh wali ini lebih dikenal dengan nama Abah Anom. Dalam bahasa Sunda, Abah Anom berarti "Kiai Muda". Nama aslinya ialah KH Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin. Ia lahir pada 1 Januari 1915 di Kampung Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia adalah putra dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh), pendiri Pesantren Suryalaya, dan ibu yang bernama Hajjah Juhriyah. Abah Anom mengawali pendidikan dari ayahnya sendiri, Abah Sepuh yang mengajarinya dasar-dasar ilmu agama. Pendidikan formalnya ditempuh saat ia berusia delapan tahun dengan bersekolah di Sekolah Dasar di Ciamis. Lalu, ia melanjutkan pendidikannya dengan masuk sekolah tingkat menengah di Ciawi, Tasikmalaya. Sejak tahun 1930, ia nyantri ke beberapa pesantren di Jawa Barat, karena orang tuany...
Khutbah Jumat: Menahan Diri Menyakiti Sesama Anak Bangsa

Khutbah Jumat: Menahan Diri Menyakiti Sesama Anak Bangsa

KHUTBAH
Khutbah I اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ مَنَعَنَا بِالتَّعَاوُنِ عَلَى اْلِإثْمِ وَالْعُدْوَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الدَّيَّانْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى سَائِرِ الْعَرَبِ وَالْعَجَم، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ اَثْنَى اللهُ عَلَيْهِ بِخُلُقٍ حَسَن، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَان. أما بعد    فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ. فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.    وقال تعالى في كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُم...
Khutbah Jumat: Haramnya Khamr dan Ancaman bagi Peminumnya

Khutbah Jumat: Haramnya Khamr dan Ancaman bagi Peminumnya

KHUTBAH
Khutbah I    اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ مَنَعَنَا بِالتَّعَاوُنِ عَلَى اْلِإثْمِ وَالْعُدْوَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الدَّيَّانْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى سَائِرِ الْعَرَبِ وَالْعَجَم، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ اَثْنَى اللهُ عَلَيْهِ بِخُلُقٍ حَسَن، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَان. أما بعد       فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ. فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.   وقال تعالى في كتابه الكريم، يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ ا...