Bahstul Masail Untuk Menjaga Tradisi

Sariwangi, MediaNU
Nahdlatul Ulama memiliki tradisi bermusyawarah dalam setiap menyikapi segala macam permasalahan yang berkaitan dengan hukum agama yakni melalui forum Bahtsul Masail sehingga setiap persoalan yang muncul ada jawaban lengkap dengan dalilnya

Demikian ditegaskan Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam saat menghadiri Bahtsul Masail yang digelar di Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (4/9).

“Sejak dulu tradisi NU itu ketika ada masalah berkaitan dengan hukum yang terjadi pada masyarakat, pasti selalu diselesaikan melalui forum Bahtsul Masail,” jelas Kiai atam.

Sementara itu Ketua Pelaksana Bahtsul Masail Ajengan Husni Aziz Mubarok menyampaikan dalam acara kali ini ada tiga bahasan masalah. Pertama, Bidang Maudhu’iyah (konsep dhoruroh di masa pandemi). Kedua, Bidang Qonuniyah. Ketiga, Bidang Waqi’iyah.

Berikut pembahasannya:

  1. Bagaimana pandangan fiqih terhadap PPKM dalam pandangan bidang agama, ekonomi, dan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya
  2. Bagaimana hukum vaksin sinovac menurut pandangan fiqih
  3. Bagaimana hukum niat aqiqah dengan hewan qurban sapi untuk 7 orang di hari raya qurban (sebagian berniat qurban, sebagian berniat aqiqah)
  4. Bagaimana hukum menggunakan kain ihrom untuk mengkafani mayat.

Kegiatan Bahtsul Masail ini merupakan yang pertama dilaksanakan dimasa pandemi, yang mana program ini merupaka kegiatan yang terpending, karena sebleum-belumnya PCNU Kab. Tasikmalaya dalam hal ini LBMNU sering melaksanakan bahtsul masail yang dilaksanakan pada kegiatan pengajian rutin bulaman PCNU Kab. Tasikmalaya

Acara tersebut dihadiri oleh pengrus harian PCNU, ketua Banom dan para peserta Bahtsul Masail se-kabupaten Tasikmalaya.

Kontributor : Sahal Luthfi Syabani

Editor : SA

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: