Ratusan Santri Haur Kuning Berkartanu

Prosesi Pemotretan Santri Baitul Hikmah untuk Kartanu, 05/09/2021, di Gedung Ranting NU Desa Mandalaguna Salopa

Haurkuning, MediaNU

Kartanu Saba Pasantren, sakola dan kampus merupakan program Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Tasikmalaya untuk mempasilitasi/mengedukasi santri, pelajar dan mahasiswa yang belum mengetahui tentang kartanu serta untuk membantu bagi santri, pelajar yang tidak memiliki/membawa alat komunikasi, karena banyak pesantren, sekolah dan kampus yang tidak memperbolehkan untuk membawa alat komunkasi/perangkat android.

Saba pasantren ini dilaksanakan di Ponpes Baitul Hikmah Haur Kuning Salopa Tasikmalaya yang mana bekerjasama dengan Pondok Pesantren Baitul Hikmah dan Ranting NU Desa Mandalguna.

Baca Juga : https://medianu.or.id/2021/09/02/kartanu-saba-pasantren-sakola-dan-kampus/

“Sekarang kita melaksanakan program saba Pasantren yang dilaksanakn di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning salopa dengan jumlah 800 santri yang daftar kartanu, setelah tadi siang kita melaksanakan di Madrasah Aliah Baitul Hikmah”. Ujar Yana Sumarna, Admin Kartanu PCNU Kab. Tasikmalaya

Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu, 5/9 malam di Gedung Ranting NU Mandalaguna Kec. Salopa, dimulai dengan menerapkan protokol Kesehatan ketat.

Kegiatan ini disambut baik oleh Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning yang sekaligus Rois syuriah Ranting NU Desa Mandalaguna KH. Busrol Karim, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terimkasih kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Tasikmalaya yang melaksanakan turba ke bawah melaksanakan pendataan warga Nahdiyin (Kartanu) yang ada didaerah-daerah.

“Ini merupakan bagian yg kami tunggu-tungu untuk menjadikan bukti fakta sebagai warga Nahdiyin untuk kedepan supaya bisa kelihatan secara fisik bahwa Nahdlatul Ulama ini merupakan mayoritas di indonesia”. Pungkas KH. Busrol Karim

Memang secara umumnya mayoritas itu melaksankaan secara kultrul sesuai dengan ajaran daripada Nahdlatul Ulama, tapi secara struktur dalam bentuk sebagai anggota yang resmi dengan melalui kartanu ini ternyata masih berat.

“Untuk itu kedepannya jadikan ini suatu bukti bahwa dari satu keluarga yang menjadi anggota Nahdlatul Ulama maka kebawahnyapun anak dan cucucnya harus terwarisi ke NU-an nya, maka ini merupakan suatu kewajiban yang perlu kita terus bina dalam pendataan ini supaya merasakan bahwa leluhur kita ini bapak kita ini kake kita ini ternyata ada betul-betul bukti fisiknya yang disebutkan tadi”. Ujar A’wan PCNU Kab. Tasikmalaya ini

Pada dasarnya Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning sesuai dengan amanat atau wasiat dari pendiri (Almarhum Almaghfurlah KH. Saefuddin Zuhri) bahwa harus menjadi NU, maka salah satunya upaya melaksanakan amanat tersebut dengan melakukan pendatan langsung kartanu untuk santri, santri yang ada di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning Salopa ini tersebar dari semua kalangan dan dari semua santri yang ada dipondok ini sekitar 5 provinsi yang ada di sini ada dari yang Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Timur.

“Dalam artian secara tidak langsung berarti santri haur kuning ini karena sudah mempunyai kartanu berarti sudah dianggap sah menjadi anggota NU, disamping yang pemahaman-pemahaman dari sisi keilmuan yang dipelajari dipesantren sesuai dengan pelajaran yang diajarkan yaitu kitab kuning”. Sambung KH. Busrol Karim

Ini merupakan pekerjaan yang sangat mulia pekerjaan yang sangat terhormat dalam rangka mengNUkan santri.

“Dan Insya Alloh dengan santri memiliki kartanu ini bisa mewarnai keadaan dikeluarganya santri masing-masing, mungkin yang latar belakangnya bukan NU tapi anaknya jadi NU mudah-mudahan menjadi suatu pencitraan bahwa kami ini adalah NU masa orangtuanya tidak NU, walaupun belum bisa menjadi NU mudah-mudahan diketurunan anak itu kemudian jadi NU”. Ujar KH. Busrol Karim

Harapan beliau KH. Busrol Karim terkait Kartanu saba pasantren, sakola dan kampus jangan hanya Cuma Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning saja, jadi supaya betul-betul absah bahwa pesantren NU itu cirinya begini siap untuk didata santrinya menjadi anggota NU, Jika pesantren walaupun banyak santrinya tapi tidak mau didata atau separoh-separoh itu belum sempurna NU Nya.

Terkait Kartanu saba psantren, sakola dan kampus ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Tasikmalaya menjdwalkan turba langsung ke pesantren-pesantren seperti Cipasung, Sukamanah, Sukahideng dan yang lainnya.

“Kami sudah menjadwalkan terkait program Kartanu Saba Pasantren, sakola dan kampus ini, ke lembaga-lembaga yang lain, dengan menunggu jadwal dari pihak lembaganya”. Ujar Yana Sumarna, Wakil Sekretaris PCNU Kab. Tasikmalaya

SA

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: